In
the Middle of Heart
Part
1
By:
DylKyu Sweet
Pagi itu agak berbeda untuk gadis
cantik itu. Baru kali ini dia bisa tersenyum lebar menghadapi hari di depannya.
Hari ini adalah hari dimana masa depannya dipertaruhkan.
Make-up gadis itu melekat sempurna
di wajahnya yang cantik. Lipstik warna peach
terlihat senada dengan wajahnya. Rambutnya yang di-cat cokelat lalu diikat
atasnya dan ia terlihat tambah manis. Lalu ia mengenakan dress warna hitam selutut dengan jaket putih panjang. Tak lupa ia
mengenakan sepatu high hells yang
senada dengan dress-nya yang berwarna
hitam. Gadis bermata sipit itu terlihat seperti seorang bidadari. Ia memang
harus tampil cantik hari ini.
Setelah puas berdandan di depan meja
riasnya, ia mulai beranjak pergi. Sebelum pergi, ia mengambil sebuah tas di
samping meja riasnya. Ia lalu mengeluarkan telepon genggamnya dari dalam tas
berwarna peach itu. Dilihatnya di
layar, ada sebuah pesan yang baru masuk. Gadis cantik itu tersenyum lembut
sambil membaca pesan itu.
Dear my Tiffany,
Semoga casting-mu hari
ini berjalan lancar. Aku akan selalu mendo’akan yang terbaik untukmu.
Berjuanglah, Tiffany. Saranghe!
From: Kai, kekasihmu
Gadis bernama Tiffany itu pun
langsung merasa mendapat suntikan energi besar setelah membaca pesan dari
kekasihnya tersebut. Tiffany akan menjalani casting
hari ini untuk peran wanita utama di
sebuah drama, dan ia merasa bahagia ada orang seperti Kai yang selalu
mendukungnya kapan saja.
Setelah lama tersenyum sendiri,
Tiffany langsung meninggalkan apartemennya tersebut.
**********
Untuk menuju tempat casting, Tiffany harus naik bus atau
kereta bawah tanah. Tempat casting
tersebut jauh di tengah kota. Tiffany memutuskan untuk naik kereta saja,
alasannya agar ongkosnya lebih murah dan ia tidak akan terlambat sampai tempat casting. Sepanjang perjalanan menuju
stasiun kereta, beberapa pria tampak iseng menggoda Tiffany.
“Hei, cantik… Mau aku antar?” goda
seorang pria muda. Ingin rasanya Tiffany menghajar namja itu, namun pasti itu akan membuat waktunya terbuang sia-sia.
Diurungkan niatnya untuk memberi pelajaran pada namja kurang ajar itu.
Lihat
saja! Kalau aku sudah menjadi artis terkenal seperti BoA atau Go Hye Sun, aku akan memberimu pelajaran! Gerutu
Tiffany sambil terus berjalan menuju stasiun.
Sampai di stasiun, ia langsung
mengantre di depan mesin tiket untuk membeli tiket kereta. Ia terpaksa
berdempet-dempetan dengan para calon penumpang lain. Dengan sabar, Tiffany pun
ikut mengantre dengan sabar. Setelah lumayan lama menunggu, akhirnya mesin
tiket itu lengang dan ia bisa membeli tiket.
Setelah koin dimasukkan dan tiket
telah keluar, Tiffany merasa senang. Saat ia membungkukan badannya untuk
mengambil tiket, tiba-tiba…
“Ah!” Tiffany menjerit keras. Ia
merasa ada yang menepak ‘bokongnya’ dari belakang. Kurang ajar! Siapa yang
berani memukul bokongku?! Tiffany marah-marah dalam hatinya. Ketika ia berbalik
ke belakang, tampak seorang namja
bermasker dan bertopi hitam berdiri di belakangnya. Tanpa pikir panjang,
Tiffany langsung mengayunkan tas-nya ke arah muka namja tersebut karena ia yakin orang itu yang telah berbuat tak
senonoh padanya.
PAAKKK!!!
“Kurang ajar! Beraninya kau berbuat
seperti itu padaku!” marah Tiffany. “Dasar cabul!”
“Hei, kenapa kau tiba-tiba memukulku
seperti itu!?” ternyata namja bermasker
itu menjawab dengan sengit. “Lalu siapa yang kau bilang cabul itu, hah!?”
“Tentu saja kau! Dasar! Jangan
pura-pura bodoh seperti itu!” bentak Tiffany. “Kau kan yang memukul pantatku
tadi!?”
“Hah? Kau ini! Aku daritadi tidak melakukan
apa-apa!” bantah namja itu lagi. Dan
lagi-lagi, PAAKK!!! Tiffany mengayunkan tasnya ke wajah namja itu tanpa ampun.
“Pembohong! Kau kan dibelakangku
tadi! Dasar namja cabul! Pembohong!”
marah Tiffany.
“Aku berani sumpah! Aku baru saja
datang dan tiba-tiba kau memukulku! Kau salah menuduh orang!” jawab pria itu.
“Apa!? Aku salah tuduh!? Kau kira…,”
belum selesai Tiffany bicara, tiba-tiba ia mendengar suara keras dari pengeras
suara stasiun.
“KERETA KTX TUJUAN STASIUN
GWANGMYEONG AKAN SEGERA BERANGKAT…,” terdengar suara dari pengeras tersebut.
Tiffany langsung terbelalak. Itu adalah kereta tujuannya dan sebentar lagi akan
berangkat.
“Celaka! Keretanya! Aku bisa
terlambat!” teriak Tiffany panik. Namja bermasker
didepannya hanya dapat melihat Tiffany yang kebingungan. Tiffany sendiri tak
lagi mempedulikan namja tersebut.
Tanpa pikir panjang, ia berlari menuju peron.
Tiffany berlari secepat mungkin. Ia
bisa terlambat kalau tidak naik kereta tersebut. Dengan pontang panting ia
berlari menuju peron. Make-up yang ia kenakan kini mulai terlihat luntur karena
keringatnya bercucuran. Sampai di peron, Tiffany terkulai lemas. Kereta ke
tempat tujuannya bergerak meninggalkan stasiun.
“Tunggu!” teriak Tiffany sambil
mengejar kereta yang telah bergerak pergi. “Jangan pergi! Aku belum naik! Andwe!!!!”
Sia-sia. Kereta itu telah pergi
meninggalkan stasiun. Seketika Tiffany merasa harapannya untuk ikut casting hari itu memudar. Make-upnya
telah luntur dan bajunya telah lusuh. Sambil menangis, Tiffany berjalan meninggalkan
peron. Meninggalkan harapannya dalam-dalam karena ia telah terlambat.
Saat berjalan di tangga, tiba-tiba…
“Dasar yeoja bodoh!” tiba-tiba muncul seorang namja bermasker di depan Tiffany yang sedang menangis. Alangkah
terkejutnya ia. Tiffany langsung membentak namja
tersebut.
“Jangan ganggu aku!” bentak gadis
itu. “Gara-gara kau, aku tertinggal kereta!”
“Pabo!”
gerutu namja bermasker itu. “Yang
tadi pergi itu bukan kereta ke stasiun Gwangmyeong!”
“Ha?” Tiffany terbelalak.
“Maksudmu?”
“Kau lihat kereta di sebelah sana.
Itu kereta tujuan stasiun Gwangmyeong! Bukan kereta yang tadi! Dasar bodoh!”
ucap namja itu. Tiffany kaget dan
langsung tersadar. Benar, itulah kereta tujuannya, bukan yang tadi. Tiffany
mendadak merasa bodoh sendiri.
“Benarkah?” ucap Tiffany sambil
garuk-garuk kepala. “Baiklah. Aku akan pergi. Terimakasih ya namja mata keranjang!” lalu gadis itu
berlari meninggalkan namja itu.
“Hei! Apa kau bilang tadi!? Dasar
tidak tahu diri!” maki namja itu,
namun Tiffany tidak peduli dan berlari menuju keretanya.
**************
Tiffany lalu berlari kedalam kereta
KTX yang akan melaju ke stasiun Gwangmyeong. Ia bernafas lega karena tidak
ketinggalan kereta. Masa depannya di bidang entertainment masih terbuka luas
seiring kereta yang melaju cepat. Dalam hati ia berterimakasih pada namja bermasker tadi, walaupun ia sempat
dongkol karena namja itu telah
bersikap kurang sopan padanya tadi.
Tiffany lalu mencari tempat duduk.
Ia mencari tempat duduk yang berada disebelah jendela. Tiffany paling suka
tempat seperti itu. Setelah lama celingak-celinguk mencari, ada sebuah tempat
duduk kosong disamping jendela kereta. Tampak disebelahnya ada seorang namja yang tengah duduk.
“Minahae,
apa boleh saya duduk disamping kamu?” tanya Tiffany terlebih dahulu. Namja berkulit putih itu mengangguk
pelan dan menjawab.
“Silakan,” jawabnya singkat. Tiffany
lalu langsung duduk disamping namja
yang tampaknya pendiam itu. Mencoba mengakrabkan suasana, Tiffany mengajak namja itu mengobrol.
“Hei, ngomong-ngomong, nama kamu
siapa?” tanya Tiffany sambil tersenyum.
“Cho Kyu Hyun,” jawab namja itu cepat. “Kau sendiri?”
“Eung, Tiffany Hwang. Panggil saja
aku Tiffany,” jawab Tiffany. “Kyuhyun, kau akan pergi kemana?”
“Ke tempat yang menjadi masa
depanku,” ujar namja yang ternyata
namanya Kyuhyun itu. “Untuk apa tanya-tanya seperti itu? Kau sendiri memang mau
kemana?”
Tiffany tak menyangka namja disampingnya itu agak jutek. Ia memutuskan untuk menjawab
sekali saja agar obrolan itu terhenti. Tampaknya Kyuhyun kurang suka mengobrol
dengannya.
“Aku mau ke tempat casting,” jawab
Tiffany. Setelah itu mereka sama-sama terdiam. Tak ada lagi obrolan dan kereta itu
terus melaju. Dalam hati, Tiffany berkata,
Ya
ampun, banyak sekali namja aneh hari ini. Aigo…
************
Setelah hampir setengah jam berada
di kereta, Tiffany sampai di tujuannya. Ia melihat Kyuhyun telah turun lebih
dulu, tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan dengan wajah jutek-nya.
“Dasar! Ketus sekali dia!” ujar
Tiffany kesal. Lalu dia turun dari kereta KTX tersebut. Setelah itu, ia keluar
stasiun dan menyewa taksi agar cepat sampai di tempat Casting.
Setelah 15 menit naik Taksi, Tiffany
turun di sebuah gedung megah. SM entertainment. Tiffany menghela nafas dan
mencoba tersenyum riang.
Tiffany,
inilah saatnya. Tunjukkan bakatmu! Ujarnya dalam hati. Ia pun masih
mengingat SMS Kai kepadanya tadi pagi, jadi ia tidak boleh mengecewakannya kali
ini.
Dengan mantap, Tiffany berjalan
masuk gedung. Ia lalu menaiki lift, menuju lantai 3 dimana casting akan berlangsung. Setelah sampai di lantai 3, ia melihat
antrean para peserta casting telah
berjubel.
“Tenang! Tenang semuanya!” terdengar
jeritan panitia casting lewat
pengeras suara. “Pertama kami ucapkan selamat datang pada peserta semuanya.
Pada casting kali ini, kami akan
menguji kemampuan anda di depan kamera. Peserta yang lolos dalam casting ini, akan bermain di drama
berjudul ‘Hey, Beauty’ bersama
bintang kami, Lee Donghae!”
Riuh rendah para peserta saat
mendengar pengumuman itu. Tiffany melonjak gembira dan bibirnya tak lepas
berdo’a.
“Juri Casting kali ini adalah Lee Donghae dan direktur kami, Lee Soo Man.
Semoga sukses dan selamat pagi,”
Setelah pengumuman itu, suasana
berubah tegang. Satu persatu peserta dipanggil ke ruangan. Semua kegiatan para
peserta di ruangan casting itu tampak
terlihat di layar monitor. Semua peserta
terlihat serius dan ada yang konyol. Ada yang berakting, bernyanyi, bahkan ada
yang salto. Terlihat bahwa Lee Soo Man dan Lee Donghae sudah geleng-geleng kepala.
Tiffany sendiri hanya terdiam di pojok ruang tunggu, tidak memperhatikan
monitor ditengah ruang. Bibirnya terus bergerak, berdo’a.
“Peserta nomor 45, Cho Kyuhyun!”
tiba-tiba terdengar suara panggilan dari juri. Tiffany agak terkejut. Ternyata Kyuhyun
pergi ke tempat ini juga. Tiffany yang daritadi hanya terdiam sendiri, kini
melihat monitor dimana para peserta sedang casting.
Ia melihat Kyuhyun, si namja jutek
itu tengah casting.
“Namaku Cho Kyuhyun.” Kyuhyun
memperkenalkan diri di depan Donghae dan Lee Soo Man. “Aku akan buktikan, aku
adalah calon artis berbakat!”
Peserta mulai heboh saat menyaksikan
Kyuhyun di layar monitor. Tampak namja
itu akan bernyanyi, dan benar saja, Kyuhyun bernyanyi.
“Superstar ijen naya moksoril nopyeo jilleo
Naega nuguyeottdeon OK nae kkumeul hyanghayeo Let’s go
Superstar ijen neoya moksoril keuge jilleo
Chujeoma sijakhae neomanui ujureul boyeobwa”
Naega nuguyeottdeon OK nae kkumeul hyanghayeo Let’s go
Superstar ijen neoya moksoril keuge jilleo
Chujeoma sijakhae neomanui ujureul boyeobwa”
Terdengar suara Kyuhyun begitu merdu
dan enak didengar. Semuanya bertepuk tangan, bahkan Donghae dan Lee Soo Man pun
ikut bertepuk tangan.
“Baik, coba sekarang kamu berakting.
Temanya adalah namja yang putus
cinta!” tantang Lee Soo Man. Kyuhyun tanpa pikir panjang langsung berakting. Ia
memegangi dadanya sambil menangis dan tertunduk.
“Kenapa kau tinggalkan aku begitu
saja?” Kyuhyun berakting menangis. “Apa karena aku tidak sempurna!? Apa karena
aku… Ah! Kau benar-benar melukai hati seorang pria sepertiku, Tiffany! Kenapa
kau lakukan itu padaku!?”
Tiffany terkejut bukan main. Kyuhyun
menyebutkan namanya begitu jelas. Apa maksudnya ini? Lepas dari keterkejutan
Tiffany, semua peserta bertepuk tangan begitu keras.
“Selamat, Kyuhyun! Kau, adalah bakat
yang kami cari!” ujar Lee Soo Man. Tiffany melihat Kyuhyun meloncat gembira.
“Gamsyahamida!
Gamsyahamida!” ucap Kyuhyun. Lalu namja
itu keluar dari ruangan tersebut.
“Selanjutnya!” terdengar pengeras
suara berbunyi lagi. “Peserta nomor 46, Tiffany Hwang!”
Tiffany melonjak kaget. Apa? Ini
gilirannya? Tiffany merasa jantungnya mau copot. Dengan hati berdebar-debar, yeoja itu memasuki ruangan casting. Kakinya terlihat agak gemetar.
Sukseskah Tiffany?
~BERSAMBUNG~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar