Knock My Heart
Part 10 (tamat)
Cerita sebelumnya;
(wah, akhirnya Kyuhyun dan Salma balik lagi ke tubuh masing-masing. Tapi, mereka balik ke tubuh masing-masing dengan cara pelukan lagi! Salma marah saat tahu ia dipeluk lagi oleh Kyuhyun. Kyuhyun yang keburu sewot akhirnya keluar kata-kata yang membuat Salma jadi sakit hati. Huff… Apa yang bakal terjadi selanjutnya?)
10 tahun kemudian…
Cowok Korean face itu terus melangkah, memasuki gedung perkantoran yang tinggi. Dengan terburu-buru, ia memasuki Lift yang sempit. Dengan wajah cemas, ia menunggu Lift tersebut naik ke tempat tujuannya. Tapi, ia merasa Lift tersebut malah melambat.
“Lift, bodoh! Ayo cepat naik! Aku terlambat!” gerutu cowok tampan itu. Dan, Ting! Bunyi Lift terdengar. Lalu pintu Lift itu mulai terbuka. Ia lalu berlari. Ah, di hari pertama interview, aku sudah terlambat begini! Keluh cowok itu sambil membetulkan letak kacamatanya.
Ia terus berlari, hingga ia melihat sebuah ruangan besar bertuliskan ‘ruang interview’. Seketika, cowok itu mulai mengetuk pintu.
Tok… Tok… Tok…
“permisi,” kata cowok itu. Tak lama kemudian, terdengar suara wanita yang lembut menyahut.
“masuk, pintunya tidak dikunci,” sahut wanita tersebut. Lalu cowok itu mulai membuka pintu dengan perasaan berdesir. Sshh…
“selamat pagi, maaf saya terlambat,” cowok tersebut meminta maaf.
“hmm… saya tahu. Pasti anda terjebak macet, kan?” wanita tersebut lalu melihat sebuah kertas berisikan daftar.
“hmmm… anda ini peserta ke berapa ya? Saya lupa,” wanita tersebut sibuk mencari nomor peserta cowok tersebut.
“dua puluh tujuh,” kata cowok itu.
“dua puluh? Ah, dua puluh berarti namamu…,” wanita itu tampak kaget melihat nama peserta cowok tersebut. “Cho… Cho… Cho Kyu hyun?”
“ya, nama saya Cho Kyuhyun,” cowok itu tampak bingung. “kenapa?”
“Kyuhyun…,” wanita itu tampak berkaca-kaca. “masih ingat padaku?”
“kau?” Kyuhyun mulai bingung. “kau siapa?”
“kau tidak ingat, ya?” wanita ber-blazer hitam nan elegan tersebut mulai tersenyum. Kerudungnya yang putih sesuai dengan wajahnya yang putih kalau sedang tersenyum. “kau benar-benar lupa,”
“maaf, aku tidak ingat,” Kyuhyun meminta maaf. Ia benar-benar tidak tahu kalau ia tengah berhadapan dengan siapa.
“kau lupa?” wanita itu tersenyum. “aku Dyla…,”
Kyuhyun membelalakan matanya yang sipit. Dyla? Jadi wanita cantik ini Dyla?
“Dyla?” Kyuhyun terbata-bata. “kau benar-benar Dyla? Kau… berbeda sekali,”
“hahaha… tentu saja. Saya kan bukan anak SMA lagi seperti 15 tahun yang lalu,” kata Dyla. Lalu ia berdiri dari mejanya dan melihat keluar jendela.
“Dyla,” Kyuhyun mencoba menahan perasaannya yang bercampur heran. “jadi, perusahaan ini punyamu?”
“hahaha…,” Dyla tertawa kecil. “kalau iya bagaimana?”
“waw,” Kyuhyun terkagum-kagum. “tak kusangka kau jadi sukses seperti ini. Membangun usaha di Korea itu kan sulit, tapi kau berhasil.”
“terimakasih, Kyuhyun,” Dyla tersenyum. “lalu kau dan Salma bagaimana?”
Kyuhyun terdiam. Ia jadi sedih kalau mengingat-ingat Salma. Sudah 15 tahun ia dan Salma tak bertemu. Baru beberapa hari bersekolah di SMA, Salma sudah pindah lagi ke sekolah lainnya. Mungkin ia ingin menghindari Kyuhyun. Ah, Kyuhyun merasa bersalah.
“aku, tidak tahu dia ada dimana…,” Kyuhyun mencoba menahan tangis.
“ah, sayang sekali.” Dyla terlihat prihatin. “tapi, kudengar Salma tinggal di sebuah apartemen di Incheon. Pergilah kesana Kyuhyun,”
“apa? Incheon?” Kyuhyun tak percaya. “benarkah?”
“iya,” Dyla berusaha meyakinkan pria tersebut. “aku tahu itu dari Sri dan Khenanti, teman baik Salma yang juga bekerja di Korea,”
“wah, terimakasih Salma,” Kyuhyun nampak berkaca-kaca. “terimakasih…,”
Dyla cuma tersenyum sambil melihat kerumunan kendaraan di bawah jendela.
JJJJJJ
Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung pergi ke Incheon menggunakan kereta bawah tanah. Sebenarnya ia punya mobil pribadi, tapi ia jarang dan enggan menggunakannya. Ia lebih suka berdesak-desakkan dengan penumpang lain.
Sepanjang perjalanan, pikiran Kyuhyun menerka-nerka Salma. Bagaimana ia sekarang? Apa ia masih sendiri atau sudah bersuami? Apa dia masih mengingatku? Apa dia masih membenci pria sebrengsek aku?
Kereta bawah tanah tersebut melaju kencang, hingga sampailah ia di tempat tujuan. Kota Incheon!
Kyuhyun langsung mencari alamat yang yang diberi Dyla. Apartemen Strawberry lantai 15 kamar 178. Itulah alamat yang harus Kyuhyun cari.
Setelah lama berputar-putar dan bertanya sana-sini, Kyuhyun menemukan sebuah apartemen ber-cat pink dengan bertuliskan ‘Strawberry’ yang besar di depannya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung masuk ke dalamnya.
Setelah naik Lift, akhirnya ia sampai di lantai 15. ah, dimanakah kamar 178? Gumam Kyuhyun. Dengan sabar ia mencari-cari. Dan, akhirnya ia menemukan sebuah ruangan bertuliskan ‘178’.
Tak salah lagi! Lalu Kyuhyun mengetuk pintu kamar tersebut dengan perasaan was-was dihatinya.
Tok… Tok… Tok…
“siapa?” terdengar suara anak kecil dari dalam pintu. Kyuhyun kaget. Ah, sepertinya aku salah kamar, Gumam Kyuhyun. Lalu pintu itu terbuka dan yang membukanya adalah seorang gadis kecil berwajah imut seperti malaikat.
“maaf, ahjusi ini siapa?” Tanya gadis kecil itu sopan. Kyuhyun tersenyum.
“saya Cho Kyu Hyun. Bisa bertemu dengan Salma?” Tanya Kyuhyun sopan. Mungkin ini keponakan Salma, Kyuhyun mencoba berfikir positif.
“Salma? Maksud ahjusi ini, mamah? Lee Sang Yun?” apa!? Mamah!? Harapan Kyuhyun serasa amblas ke perut. Dugaannya salah, ini bukan keponakan Salma, tapi, ANAK SALMA!
“oh,” suaranya tercekat di kerongkongan. “apa ada mamahmu sekarang?”
“eh, sebenarnya…,” gadis cilik itu langsung murung. Tiba-tiba dari arah dalam pintu, seorang pria plontos berbadan kekar muncul. Ia tampak mengenali Kyuhyun.
“Kyuhyun?” ucap pria plontos itu. “lama tidak ketemu!”
“maaf, anda ini siapa?” Kyuhyun makin bingung.
“aku Yudha, Kyu! Teman SMA dulu. Sekarang aku suami dari Salma dan ayah dari putri kecilku ini,” BLASS… Kyuhyun benar-benar terpuruk. Jauh-jauh dari Seoul ia datang hanya untuk melihat wanita pujaannya telah berkeluarga! Kyuhyun terdiam.
“maafkan aku, Kyuhyun. Tapi sekarang, ah! Lebih baik kau masuk dulu!” Yudha lalu mempersilakan Kyuhyun masuk.
Ketika mereka sudah masuk, Kyuhyun masih terdiam. Ia melihat sebuah foto keluarga, dimana ada seorang wanita cantik berkerudung dan berwajah lembut sedang menggendong anak perempuan tadi. Disebelahnya tampak Yudha yang tengah tersenyum. Hmmm… Foto keluarga yang indah… gumam Kyuhyun Yudha lalu mencairkan suasana dengan memulai mengobrol.
“Kyu, maaf. Kau terlambat,” ujar Yudha.
“terlambat? Maksudmu?” Kyuhyun agak bingung.
“sebenarnya, Salma J Fitra atau Lee Sang Yun sudah tidak ada lagi,” ujar Yudha sambil tertunduk.
“tidak ada? Maksudmu?” Kyuhyun makin bingung.
“dia sudah beristirahat dengan tenang, Kyu. Tuhan memanggilnya untuk beristirahat,” Kata Yudha. “ia meninggal sebulan yang lalu akibat kecelakaan,”
Kyuhyun terbelalak. Ia tak percaya. Salma, keburu dipanggil Tuhan. Ia merasakan air matanya tumpah dan membasahi pipinya yang putih. Kyuhyun berusaha menahan air matanya karena malu, tapi… Air mata ini bukannya berhenti malah terus mengalir. Yudha Cuma berkaca-kaca menyaksikan Kyuhyun menangis.
“Kyuhyun,” lirih Yudha. “kau tak apa?”
“ah, aku Cuma kaget saja. Kaget,” jawab Kyuhyun. Ia terdiam. Ia belum sempat meminta maaf pada Salma, tapi… ah! Tuhan, kenapa kau panggil ia sebelum telinganya mendengar ucapan maaf dariku? Kyuhyun menangis.
“Kyuhyun,” Yudha mengusap pundak temannya tersebut. “sebelum Salma pergi, ia bilang ia menitipkan surat untukmu, dan hanya boleh dibaca olehmu,” lalu ia mengeluarkan surat lusuh dari kantong bajunya. Yudha pun memberikannya ke Kyuhyun.
Kyuhyun lalu membuka surat itu dengan gemetaran, ia tak kuat. Lalu, saat ia membuka surat itu, ia membacanya seksama.
Untuk Kyuhyun,
Kyuhyun, aku tidak tahu apa kamu akan menemukan kamar apartemen yang kumuh ini atau tidak, atau kau mengingatku atau melupakanku.
Kyuhyun, kau bilang kau tidak peduli padaku sedikit pun. Aku mengerti. Aku Cuma bisa merusak hari-harimu yang indah sebelumnya tanpa aku. Aku merasa telah membebani kamu selama ini, akhirnya aku memutuskan untuk pindah sekolah dari SMAN 1 Padalarang ke sekolah lain , agar hari-hari Kyuhyun kembali seperti normal.
Kyuhyun, maafkan aku. Seringkali aku memukulmu hingga kau jatuh tersungkur ke tanah. Tapi dalam hatiku yang sebenarnya, aku tak ingin melakukan itu. Aku tidak ingin menyakiti orang yang aku sayang, walau aku tahu orang yang aku sayang itu tidak akan pernah menyayangiku.
Kyuhyun, maaf sekali lagi dari bibirku. Aku telah menikah dengan Yudha, malaikat penyelamatku, dan hidup bahagia dengan putri kecilku, Lee Sang Man. Aku sebenarnya mencintai Kyuhyun dan menunggu kamu datang. Tapi, aku berfikir kamu tidak akan pernah datang untukku, perempuan yang sudah mengacaukan hari-harimu dulu.
Kyuhyun, sebenarnya dalam hatiku yang terdalam, perasaanku tidak berubah sedikit pun. Aku selalu mencintai Kyuhyun, walau akhirnya aku tahu tak kan pernah mendapat hal yang serupa dari hatimu. Awalnya aku benci, benci pada Kyuhyun. Tapi, entah kenapa setiap aku melihat wajahmu, aku merasa benci itu hilang berganti sebuah ketukan di hatiku, yang membuatku merasa damai dan tenang. Akhirnya aku sadar, kehadiranmu telah mengetuk hatiku yang lemah ini.
Kyuhyun, aku mungkin telah tiada. Mungkin pun kamu tidak akan peduli soal aku hidup atau mati. Tapi ingatlah, Kyu! Kau telah membuat hatiku terketuk olehmu, begitu hebat hingga aku merasa tak mampu mencintai laki-laki lain. Aku ingin kau terus mengetuk hatiku yang hampa ini, terus, terus…
Kyuhyun, dari hati terdalam, aku mengucapkan salam perpisahan untukmu. Semoga, di hari-hari selanjutnya kau menemukan seseorang yang akan terus mengetuk pintu hatimu dengan cinta dan kasih sayang.
Salam Hangat,
Salma
~TAMAT~
(huff… Sad Ending! Nah, Dyla mau ngucapin maaf buat temen-temen X-1 yang belum kesebut namanya. Dyla janji bakalan pakai nama kalian di cerita-cerita selanjutnya. Dyla juga mau ngucapin terimakasih buat semuanya. Maaf banget kalau ceritanya jelek and bikin kalian jadi pada eneg membacanya. And, see you on next story, guys!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar