Sabtu, 14 Januari 2012

cerbung part 5


Knock My Heart
Part 5
Karya: Dyla Annisa Putri

cerita sebelumnya:
(setelah peristiwa pelukan yang memalukan, kesialan Kyuhyun nggak berakhir sampai disitu. Salma, musuh bebuyutannya ternyata bertetangga dengan Kyuhyun! Dan lebih kacau lagi, ketiga kakak Kyuhyun, Leeteuk, Shindong, dan Siwon mengundang keluarga Salma buat makan malam di rumah mereka. Walhasil, acara makan malam tersebut jadi GaTot alias Gagal Total!)

…………..Keesokan paginya, Kyuhyun jadi malas pergi ke sekolah. Apalagi kalau bukan gara-gara bakalan ketemu Salma, the big enemy! Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul tujuh kurang lima belas menit, tapi Kyuhyun tak kunjung pergi ke sekolah.
          “heh! Udah jam segini kok belum berangkat?! Nanti kesiangan!” omel Leeteuk. Kyuhyun cemberut.
          “males, ah!” jawab Kyuhyun. “aku mau bolos sehari!”
          “APA?! LO MAU BOLOS?!” kaget Leeteuk, lebay banget. “nggak bisa! Pokoknya lo harus berangkat sekolah! Biar Siwon yang nganterin lo pakai mobil! Dia kan mau pergi kuliah, jadi biar sekalian!”
          “ahh..!” desah Kyuhyun kesal. 
JJJJJJ
          Akhirnya Kyuhyun pergi juga ke sekolah walau dengan perasaan dongkol. Ia nggak bisa ngebayangin kesialan apalagi yang bakal dia temuin di sekolah nanti akibat ulah Salma. Ah, benar-benar menyebalkan! Dongkol Kyuhyun dalam hati.
          “heh! Kok kamu cemberut terus sih dari tadi? Kenapa?” tanya Siwon bingung dalam mobil.
          “males,” jawab Kyuhyun singkat.
          “males kenapa? Sama Salma, ya?” tanya Siwon lagi.
          “ah! Jangan sebut nama dia lagi! Makin males gua jadinya!” omel Kyuhyun. Siwon akhirnya diam saja. Kalau adiknya lagi marah, bisa lebih garang dari ibu-ibu ngamuk nggak dapet arisan!
          Akhirnya sampai juga di sekolah! Kyuhyun langsung turun dari mobil Toyota Fortuner milik Siwon. Tanpa berkata apa-apa, Kyuhyun langsung turun dari mobil sambil membanting pintu mobil dengan keras. BRAKKK…!!!
          “hei, pelan-pelan! Rusak tahu!” omel Siwon. Kyuhyun cuek saja dan langsung pergi ke dalam sekolah.
JJJJJJ
          Sampai di kelas, Kyuhyun melihat muka Salma udah terpasang masam di depan pintu kelas. Kyuhyun merasa dongkol.
          “ngapain sih, lo!?” ujar Kyuhyun dengan nada dongkol.
          “yey, Geer banget sih lo!” balas Salma tak mau kalah. Kyuhyun cuek saja lalu langsung duduk di bangkunya.
          Saat duduk, Kyuhyun merasa ada yang aneh. Semua teman sekelasnya tampak memandanginya dengan wajah aneh sambil berbisik-bisik menceritakan sesuatu. Kyuhyun merasa aneh sendiri. Ada apa sih? Tanya Kyuhyun dalam hati. 
          “hoi, sob!” sapa Hendra, Cees-nya di Kelas. “nggak nyangka, sob! Ternyata lo nekat juga, ya! Dyla mau dikemanain, sob??”
          “heh, maksud lo apaan sih?!” Kyuhyun terlihat bingung dengan perkataan Hendra.
          “ya ampun, sob! Jangan pura-pura nggak tahu, deh! Kemaren pas latihan drama di rumah Dyla, lo meluk Salma kan? Waduh, sob! Dyla bisa cemburu berat sob!” kata Hendra.
          “WHAT?!” jerit Kyuhyun tak percaya. “siapa yang ngasih tahu itu, hah??!!”
          “Rinrin, sob! Nggak cuma gua kok yang dikasih tahu, seluruh kelas bahkan satu sekolahan juga tahu soal lo meluk Salma, sob!” jelas Hendra.
          “Argghh…!!!” jerit Kyuhyun. Lalu dia langsung keluar dari kelas dan mencari Rinrin, biang kerok dari semua masalahnya. Darimana tuh anak tahu kejadian pelukan itu? tanya Kyuhyun dalam hati.
          Kyuhyun mencari-cari ke seluruh sekolah, tapi Rinrin yang segitu gedenya (maaf ya rin, tapi kamu tetep lucu, kok! :D) tetap tidak ketemu. Tapi, saat ia berada di kantin, ia melihat Rinrin dan teman-temannya sedang makan bakso, dan diantara mereka ada Dyla.
          “WOII..!!! Ternyata lo disini! Kampret lo yee..!!!” jerit Kyuhyun. Seluruh orang yang ada di kantin langsung melihat kearah Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tidak peduli. Ia lalu menghampiri Rinrin.
          “heh! Kampret lo ngasih tahu soal pelukan itu ke anak-anak satu sekolahan! Ngapain sih lo begitu!?” Kyuhyun langsung nyemprot Rinrin. Rinrin yang lagi asyik menyantap bakso itu akhirnya tersedak kuah bakso yang sedang dilahapnya.
          “ohok.. ohok.. ohok… aduh, Kyuhyun! Asalnya bukan dari gua! Tapi dari tuh orang berdua! Mereka yang ngasih tahu gua pertama!” bela Rinrin sambil menunjuk kearah Dyla dan Irma. nggak mau kalah. Ia nggak terima disalahin gitu aja.
          “apa?!” Kyuhyun kaget, nggak percaya. Cewek yang dia suka, ternyata tega ngelakuin ini semua ke dia. Kyuhyun marah, marah sekali.
          “Dyla…,” Kyuhyun berusaha menahan amarahnya. “tega banget lo ye… Gua nggak nyangka,”
          “Kyu,” Dyla mulai angkat bicara sambil berdiri. “sebenernya lo yang tega. Gua suka sama lo selama ini tapi lo nggak pernah nyadar dan selalu ngejauh. Dan lebih menyakitkan buat gua, ternyata lo lebih milih Salma…,”
          Haaa…
          Seluruh kantin dibuat bengong oleh mereka berdua. Kyuhyun lebih bengong lagi. Ia merasa ditampar seribu kali. Ia nggak nyangka, cewek yang dia suka ternyata menyimpan rasa yang sama juga. Kyuhyun merasa jadi mahluk paling egois sedunia.
          Kyuhyun terdiam sambil melihat wajah Dyla. Ia melihat cewek itu berusaha menahan tangis. Wajahnya yang cantik berubah keruh tak bercahaya. Lalu Dyla pergi begitu saja dari kantin.
          Kyuhyun masih terdiam…
          “Dyla, maafin aku…,” lirih Kyuhyun.
JJJJJJ
          Teett…
          Bel masuk sudah berbunyi. Kyuhyun berjalan gontai dari kantin menuju kelas. Peristiwa tadi membuat dirinya merasa lemas, tak bertenaga.  Seluruh energinya terasa tersedot begitu saja tanpa disisakan sedikit pun. Kyuhyun merasa mati lebih baik daripada seperti ini.
          Sampai di kelas, ia melihat Salma sudah duduk di bangku sebelahnya. Biasanya Kyuhyun sewot melihat cewek imut itu, kini nggak berbicara sedikit pun. Kyuhyun langsung duduk saja di bangkunya.
          Salma merasa ada yang aneh dengan Kyuhyun.
          “Kyu, lo kenapa sih? Kayak abis kesambet setan aja…,” celetuk Salma. Tapi Kyuhyun tak menjawab apa-apa. Diam.
          “ih, lo kenapa sih?” tanya Salma bingung.
          “diem, lo!” ujar Kyuhyun. Ia merasa tidak mau diganggu, apalagi sama cewek disebelahnya.
          Kenapa sih tu anak? Tanya Salma dalam hati. Tapi Salma memilih diam saja.
          Tak lama kemudian, datang Bu Andriana, guru bahasa inggris.
          “good morning,” sapa Bu Andriana.
          “good morning, mom!” jawab seluruh kelas kompak, kecuali Kyuhyun. Ia tak mengeluarkan suara sedikit pun.
          “Kyuhyun, what’s wrong with you? Are you sick?” tanya Bu Andriana dalam bahasa inggris. Tapi Kyuhyun tak menjawab sedikit pun. Bengong rupanya.
          “Kyu, lo ditanya sama Bu Andriana,” tegur Salma. Kyuhyun langsung tersadar dari bengongnya.
          “au.. eh, oh, I’m okay, mom!” jawab Kyuhyun gelagapan.
          “Kyuhyun, please don’t dreaming again in my lesson!” tegur Bu Andriana.
          yes, mom.” Jawab Kyuhyun pasrah.
          Sepanjang pelajaran, Kyuhyun terus bengong. Ia tak bersemangat untuk belajar.
JJJJJJ
          Teeett…!!!
          Bel istirahat berbunyi nyaring. Seluruh anak keluar berhamburan keluar, tapi Kyuhyun tetap berdiam diri di kelas. Ia masih memikirkan kejadian tadi. Ia merasa bersalah terhadap Dyla. Ia ingin minta maaf, tapi bagaimana caranya?
          Dilihatnya Dyla sedang membaca buku di bangkunya. Kyuhyun ingin menghampirinya, tapi ia takut Dyla malah makin marah dan benci terhadapnya. Tapi ia ingin membuktikan kalau ia juga punya perasaan yang sama seperti yang dimiliki cewek pujaannya tersebut.
          “Dyla,” ujar Kyuhyun. “kamu masih marah sama aku?”
          Dyla cuma diam saja. Ia terus sibuk dengan bukunya. Kyuhyun merasa dicuekin.
          “Dyl, maafin aku dong! Bukan maksud aku begitu, tapi…,” ucapan Kyuhyun terputus.
          “tapi apa?” potong Dyla singkat.
          “tapi, sebenarnya aku suka sama kamu,” ujar Kyuhyun jujur.
          “heuh,” desah Dyla. “mana mungkin kamu suka sama cewek kayak aku. Aku nggak pantes buat kamu,”
          “siapa bilang?” ujar Kyuhyun. “aku suka sama kamu apa adanya,”
          “Kyu,” kata Dyla. “aku ini terlalu memalukan buat kamu. Aku ini udah nggak pinter,  jelek lagi. Sekarang kan ada Salma buat kamu. Dia cantik, pinter, jago bela diri lagi. Kenapa kamu nggak pilih dia?”
          “Dyl, aku ini nggak suka sama Salma! si cewek kepala ayam!” ujar Kyuhyun. “aku tuh sukanya sama kamu, bukan cewek menyebalkan itu!”
          “bohong,” sahut Dyla lagi. “kalau kamu nggak suka, kenapa kamu peluk dia pas mati lampu?”
          “kalau itu sih…,” Kyuhyun nggak berani jawab yang satu ini. Ia takut di cap sebagai cowok kurang ajar sama Dyla.
          “tuh kan, kamu nggak bisa jawab. Berarti benar,” kata Dyla. “udahlah Kyu, kalau kamu suka sama Salma, jangan deketin aku lagi!” Dyla lalu pergi dari kelas, meninggalkan Kyuhyun sendiri.
          Blasss… Kyuhyun merasa hatinya amblas ke usus buntu, nggak bisa kemana-mana lagi. Perkataan Dyla tadi membuat hatinya remuk. Ahh… desah Kyuhyun dalam hati.
JJJJJJ
          Sementara itu, Salma terlihat keruh dibalik pintu kelas. Dari tadi ia mendengar percakapan antara Kyuhyun dan Dyla. Entah kenapa, saat Kyuhyun bilang kalau ia tidak suka pada dirinya, hati Salma terasa teriris. Perih. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri, kenapa dia bisa jadi keruh seketika saat mendengar itu semua. Jangan-jangan…
          “hei, ngapain?” tegur Sri, anak PMR yang terkenal cantik dan cerdas itu.
          “oh, nggak kok. Aku lagi diam aja,” jawab Salma bohong.
          “jangan diam aja, mendingan ikut aku ke kantin aja yuk!” ajak Sri.
          “ayuk,” ujar Salma. Lalu kedua cewek ini pergi ke kantin. Tapi Salma tetap merasa hatinya terasa sakit.  Perkataan Kyuhyun tadi terus berputar-putar dalam otaknya.
          “Dyl, aku ini nggak suka sama Salma! si cewek kepala ayam!” ujar Kyuhyun. “aku tuh sukanya sama kamu, bukan cewek menyebalkan itu!”
~BERSAMBUNG~
(wahaha… episode kali ini kayaknya melankolis banget ya? Ya udah deh, semoga kalian terhibur sama cerita kali ini. Tungguin terus episode-episode selanjutnya, dijamin tambah seru. Dan mau ngingetin lagi, TOKOH dan TEMPAT dalam cerbung ini CUMA buat ngedukung jalannya cerita dan hiburan semata. Ya udah deh, bye-bye all! See you on next episode!)

Tidak ada komentar: